Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan
3 Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, Bisakah Jika Kartu Hilang?

3 Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, Bisakah Jika Kartu Hilang?

Posted on

BPJS Ketenagakerjaan adalah program pemerintah untuk memberikan perlindungan seluruh tenaga kerja Indonesia. Program ini telah diikuti oleh sebagian perusahaan yang ada di Indonesia dan luar. Program ini dapat dijalankan dengan adanya kartu untuk beragam proses. Jika kartu hilang, apakah cara mencairkan BPJS ketenagakerjaan tetap sama? Cari tahu di sini.

3 Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

3 Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan
3 Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Untuk melakukan pencairan secara normal, anda dapat melakukannya dengan tiga cara. Ketiganya akan disampaikan lebih lanjut pada ulasan berikut ini,

  1. Online

Langkah yang paling disarankan untuk diikuti adalah memanfaatkan layanan online. Untuk dapat melakukannya, anda harus memiliki sebuah aplikasi. Aplikasi ini bernama BPJSTKU yang dapat dimiliki dengan mendownloadnya di playstore. Setelahnya pilih pengajuan klaim dan tunggu balasan untuk mendapatkan kejelasan kapan proses klaim dapat dilakukan.

 

Proses klaim secara online dinilai lebih efektif dibanding cara lainnya. Karena proses dapat dilakukan secara mandiri, melalui handphone. Seluruh dokumen dapat discan dan dikirimkan secara online. Anda tidak perlu mengantri, seperti yang dilakukan oleh nasabah lain yang menjalankannya secara offline.

 

  1. Kantor Cabang

Pilihan cara lainnya adalah memanfaatkan kantor. Cara ini dikenal dengan cara offline, di mana anda harus mendatangi kantor secara langsung. Untuk mendapatkan nomor antrian pertama, pastikan mengantri sejak awal. Serta, lengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan, seperti fotokopi KTP, KK dan rekening tabungan yang aktif.

 

Di kantor, anda akan menghadapi dua counter. Counter pertama customer service yang akan mengecek semua persyaratan yang dibutuhkan. Kemudian counter berikutnya adalah petugas untuk mengajukan klaim. Jika semua persyaratan lengkap, petugas akan menginformasikan kapan saldo akan dicairkan ke rekening.

 

  1. Bank

Satu lagi cara yang dapat dilakukan adalah mendatangi Bank. Saat ini terdapat beberapa bank yang dapat dijadikan pilihan untuk klaim dana BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, sebelum menjalankan cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, periksa dahulu bank tersebut. Apakah bank bekerja sama dengan kantor cabang BPJS atau sebaliknya.

 

Di Bank, anda akan dimintai beberapa persyaratan, seperti KTP, KK, surat pengalaman kerja dan lainnya. Setelahnya, siapkan pula nomor rekening, untuk transfer saldo dari dana BPJS ketenagakerjaan. Kemudian, nantikan beberapa saat untuk mendapatkan notifikasi. Jika belum ada pengiriman, pun akan dikabarkan secara berkala oleh bank.

Baca juga : Cara Menghapus Halaman di Word, Di Depan, Tengah dan Akhir, Semua Bisa!

Bagaimana Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan tanpa Kartu?

Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan
Bagaimana Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan tanpa Kartu?

Kartu BPJS Ketenagakerjaan dapat saja hilang dalam keadaan tertentu. Umumnya pemilik akan kebingungan saat akan melakukan klaim. Lantas, apakah klaim tetap dapat dilakukan?

  1. Laporan Kepolisian

Klaim tetap dapat dilakukan, jika anda telah melakukan prosedur yang berlaku. Di mana, pemilik telah melakukan laporan kehilangan ke kepolisian. Dalam surat tersebut, dituliskan secara lengkap nomor kartu BPJS ketenagakerjaan yang hilang.

 

  1. Kantor Cabang

Untuk pengurusan kartu yang hilang, anda harus mendatangi kantor secara langsung. Nantinya surat laporan kehilangan akan diberikan pada petugas. Kemudian petugas melakukan verifikasi dan meminta persyaratan lain yang dibutuhkan.

 

  1. Verifikasi dan Pencairan

Setelah persyaratan dinyatakan lengkap, anda hanya perlu mengikuti petunjuk petugas. Umumnya dana dari BPJS Ketenagakerjaan tidak akan keluar di saat yang sama. Nasabah akan diminta menunggu beberapa saat, hingga dana dikirimkan pada rekening yang dimiliki.

Dalam cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, anda harus memahami betul berapa saldo yang akan diterima. Karena setiap pekerja memiliki saldo klaim yang berbeda-beda. Jadi, jangan samakan jumlah dana yang diterima dengan pekerja lainnya.