Tips Membeli Rumah dari Developer

10 Tips Membeli Rumah dari Developer Agar Tidak Tertipu

Memiliki sebuah rumah merupakan keinginan setiap orang, setiap keluarga baik yang sudah lama berkeluarga maupun pasangan baru. Banyak cara seseorang untuk membeli rumah, sebagian orang memilih membeli rumah melalui developer dengan berbagai alasan.

Bagi mereka yang tinggal di wilayah padat dan perkotaan. Jumlah lahan dan juga properti yang tersedia semakin sedikit dan sempit, sementara permintaan akan rumah dan tanah semakin tinggi setiap tahunnya. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab utama mengapa masyarakat lebih memilih untuk menggunakan jasa developer untuk bisa memiliki sebuah rumah.

Tips Membeli Rumah dari Developer

Keuntungan Membeli Rumah dari Developer : 

Prosesnya mudah dan simpel

Membeli rumah di developer Anda tidak akan direpotkan dengan urusan mencari lahan, membangun, atau bahkan mengawasi proses pembangunannya yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Berada di kawasan yang layak

Developer biasanya membangun perumahan di wilayah yang sudah memiliki fasilitas publik yang memadai, seperti: listrik, jalan raya, air bersih serta fasilitas lainnya.

Lebih mudah mendapatkan KPR

Sebagian besar developer akan bekerja sama dengan pihak bank dalam bidang pendanaan pembangunan yang mereka lakukan. Hal ini akan menjadi jalan mudah untuk membeli rumah dengan fasilitas kredit, terutama bagi Anda yang belum memiliki kemampuan untuk membeli secara tunai.

Namun selain itu, hal ini tetap mengandung sejumlah risiko, di mana terdapat sejumlah kasus nasabah yang tertipu oleh developer yang tidak bertanggung jawab. Mungkin kita sering mendengar berita beberapa kasus developer bermasalah melakukan penipuan.

Ada banyak developer terpercaya tapi tak sedikit pula oknum-oknum developer “nakal” yang mencoba mengecoh calon pembeli.

Salah satu contohnya adalah kasus Meikarta yang masih ramai diperbincangkan. Pembangunan puluhan tower Meikarta terancam mangkrak karena tak adanya izin pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. Sejumlah dokumen perihal perizinan pun telah disita penyidik KPK terkait isu suap yang melibatkan pihak pengembang hingga sejumlah pejabat negara.

Nasib miris pun harus dialami para pembeli apartemen. Ada yang akhirnya melakukan refund meski merugi ratusan juta rupiah, namun ada pula yang mengaku belum mendapatkan dana pengembalian hingga lebih dari sepuluh bulan setelah mengajukan refund.

Belajar dari kasus Meikarta tersebut, sebelum memutuskan beli rumah atau properti lain melalui pengembang, sebaiknya Anda memahami tulisan di bawah ini.

Tips Memilih Developer Perumahan

Hal yang paling penting sebelum membeli rumah melalui developer tentu faktor Developer. Berikut adalah tips memilih Developer Perumahan sebagai berikut :

Pertama, Reputasi Developer.

Cek di semua media bagaimana reputasi developer perumahan tersebut.

Apakah punya kasus – kasus buruk atau tidak ? Jejak medianya biasa ada. Anda bisa mencari informasi ini melalui pencarian google.

Kedua, kalau punya teman yang pernah ambil dari developer perumahan tersebut akan lebih baik lagi, karena bisa cek bagaimana kelakuan developer.

Ketiga, developer yang sudah punya nama biasanya bisa lebih diandalkan dibandingkan yang baru.

Logika saja, yang lama pasti tidak ingin meninggalkan nama buruk atas reputasi yang sudah dibangun lama.

Keempat, cek mekanisme kompensasi yang disediakan oleh developer ketika rumah atau apartemen terlambat dibangun.

Developer perumahan yang bonafid biasanya akan menyediakan kompensasi yang lumayan jika rumah atau properti terlambat dari jadwal. Hal ini biasanya dicantumkan di perjanjian jual beli.

 

Tips Membeli Rumah dari Developer

1. Pertimbangkan Reputasi Developer

Jangan terburu-buru dalam memilih developer, sebab ini bisa saja menimbulkan sejumlah kerugian. Risiko yang Anda tanggung dalam pembelian ini tentu sangat besar, sekalipun itu dilakukan dengan cara kredit, di mana Anda akan melunasi rumah tersebut bahkan sebelum rumahnya dibangun oleh pihak developer.

Pastikan memilih developer dengan reputasi yang baik, dan memiliki kinerja yang bertanggung jawab, sehingga berbagai urusan Anda terkait dengan pembelian ini bisa berjalan dengan lancar.

tips memilih developer

2. Proses Penyelesaian Sertifikat

Ketika Anda membeli rumah lewat developer, maka sertifikat rumah tersebut masih atas nama developer itu sendiri, di mana hal ini akan membutuhkan proses untuk bisa dialihkan atas nama Anda selaku pemilik barunya.

Sangat penting bagi Anda untuk menanyakan sejak awal, kapan sertifikat tersebut akan dialih namakan kepada Anda. Pada umumnya hal ini juga akan tercantum di dalam surat perjanjian jual beli, namun selalu pastikan juga menanyakannya secara langsung kepada pihak developer.

3. Jangan Bayar DP sebelum KPR disetujui

Jangan pernah membayar sejumlah DP kepada pihak developer sebelum KPR Anda disetujui oleh pihak bank. Meskipun developer tersebut telah bekerja sama dengan bank tempat Anda mengajukan KPR, namun tidak ada jaminan bahwa KPR tersebut akan disetujui oleh pihak bank.

Hindari membayar DP sebelum adanya persetujuan tersebut, sebab dalam beberapa kasus yang seperti ini, di mana DP telah dibayarkan namun KPR ditolak oleh bank, sejumlah DP tersebut akan sulit kembali dan biasanya akan dipotong sekian persen oleh pihak developer.

4. Tidak Bisa Take Over karena Sertifikat belum Balik Nama

Berbagai alasan mungkin saja menjadi penyebab Anda ingin melakukan take over ke bank lain, dari bank yang saat ini Anda gunakan KPR nya. Namun biasanya hal ini akan sulit dilakukan, sebab pada umumnya bank akan meminta sertifikat atas nama Anda saat mengajukan take over kepada mereka.

Jika Anda belum melakukan pengalihan sertifikat kepemilikan dari developer, maka besar kemungkinan tidak bisa melakukan take over. Ini merupakan hal yang harus dipertimbangkan sejak awal, saat memilih bank sebagai sumber KPR Anda.

5. Rumah Tidak jadi Sesuai Jadwal

Ini merupakan risiko yang sangat mungkin dialami saat membeli rumah melalui developer, di mana Anda mungkin saja berhadapan pada kondisi seperti di bawah ini:

Rumah tidak jadi, padahal pembayaran sudah dilunasi.
Rumah selesai / jadi di luar target yang ditentukan (terlambat).
Rumah selesai / jadi, namun tidak sesuai dengan standar atau spesifikasi awal (buruk)
Hindari berbagai hal di atas dengan cara memilih sebuah developer yang handal dan memiliki reputasi yang baik di dalam bisnis yang mereka jalankan.

6. Kewajiban Developer jika Wanprestasi

Jika melihat besarnya risiko yang Anda tanggung atas pembelian rumah lewat developer, maka sangat penting untuk mengantisipasi berbagai tindakan wanprestasi yang mungkin dilakukan oleh pihak developer. Pahami kewajiban ini dengan baik, Anda bisa menemukannya di dalam perjanjian jual-beli rumah tersebut.

7. Segera AJB setelah Rumah Jadi

Berdasarkan Pasal 37 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, Akta Jual Beli (AJB) merupakan bukti sah bahwa hak atas tanah dan bangunan sudah beralih kepada pihak lain. Segera lakukan hal ini setelah rumah Anda selesai dibangun.

8. Segera Urus Status SHM

Setelah AJB selesai, Anda akan mendapatkan sertifikat SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) dari pihak developer, di mana hal ini bisa Anda gunakan untuk mengubah sertifikat menjadi SHM. Jika developer tidak mengurus hal ini untuk Anda, maka Anda harus segera mengurusnya sendiri.

9. IMB juga Sangat Penting

Berdasarkan Undang-Undang 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, memiliki syarat bahwa untuk mendirikan bangunan gedung di Indonesia diwajibkan untuk memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal ini wajib dan selalu pastikan bahwa rumah yang dibeli memiliki IMB tersebut. Hal ini akan membantu Anda untuk menghindari berbagai masalah di kemudian hari terkait dengan izin bangunan tersebut.

10. Hindari Transaksi di Bawah Tangan

Jangan pernah melakukan transaksi seperti ini, sebab ini sangat berisiko untuk menimbulkan kerugian. Lakukan sesuai prosedur, jika ternyata rumah tersebut masih diagunkan ke bank, maka lakukan pengalihan kredit di bank dengan dikuatkan akta notaris.

Pilih yang Memiliki Reputasi Baik dan Bertanggung Jawab

Dalam memilih developer, Anda akan membutuhkan sejumlah informasi terkait dengan kinerja dan juga pelayanan mereka selama ini. Jangan terburu-buru, sebab hal ini memiliki risiko yang tinggi di dalam keuangan. Pilih developer yang memiliki reputasi baik dan juga tanggung jawab penuh di dalam bisnis yang dijalankan, sehingga urusan Anda dengan mereka dapat berjalan baik dan lancar.

Demi menghindari risiko kerugian finansial yang besar, pastikan Anda memperhatikan 10 tips membeli rumah dari developer di atas.

Lebih baik berhati-hati dan meluangkan sedikit waktu untuk melakukan riset yang diperlukan daripada rumah idaman tak jadi didapat, bukan?